Selasa, 17 Maret 2015

Tanaman Azolla



Azolla tumbuhan paku air, banyak terdapat di sawah, sungai, rawa, danau. Tumbuhan ini mengapung di atas air, baru pada tahun 1970-an di budidayakan dan di manfaatkan secara besar-besaran untuk pupuk maupun pakan ternak, unggas dan ikan.

Azolla mampu menambat nitrogen dari udara, kandungan nitrogen azolla antara 3-5% dari berat kering atau senilai 22-37% protein. Karena tidak mengandung racun, maka bisa di konsumsi, bahkan dapat di gunakan untuk pemurniaan air dan menekan pertumbuhan nyamuk. Azolla dapat di buat menjadi tepung Azolla untuk campuran pakan ayam, itik, ikan dan ruminansia.

Jenis Azolla banyak sekali, tapi yang sering di gunakan  Azolla pinnata dan Azolla microphylla
11. Azolla pinnata
Tanaman Azolla memiliki slender, sedikit cabang, seperti layaknya daun yang panjangnya hanya 1 mm. Setiap tanaman terdiri dari moss dengan slender yang mengambang di permukaan air, akar pendulum yang terletak di bawahnya.Tanaman ini cenderung mengelompok bersama-sama dan sering membentuk “compact mats di permukaan air. Jika tumbuh di daerah yang cukup cahaya, Azolla dapat memproduksi reddish anthocyanin di daun berbeda dengan  bright green carpets of duckweed dan filamentous green algae. Beberapa tanaman Azolla mengambang di permukaan air.Azolla mengembangkan hubungan simbiose dengan Blue Green Agae (BGA), Anabaena azollae. Tanaman azolla merupakan sejenis pakuan air terdiri dari batang utama yang tumbuh di permukaan air dengan daun alternate dan perakaran adventif teratur  sepanjang interval batang. Akar sekunder tumbuh dan berkembang dekat axil daun tertentu.










2. Azolla microphylla
Bentuk Azolla adalah sudut segitiga polygonal dan mengambang di permukaan air secara individu atau bergerombol. Diameter tanaman berkisar antara 0,3 – 1 inchi (1-2,5 cm) bagi spesies kecil seperti Azolla pinnata, sampai 6 inchi (15 cm) atau lebih bagi Azolla nilotica, Azolla filiculoides yang di kembangkan di Hawai awal abad ke-20. Lingkungan ideal bagi Azolla adalah kolam-kolam berisi air segar atau daerah berair/lembab berlumpur.
Azolla ini dapat di kembangbiakan di sawah. Takaran pemupukan 0,5kg/meter  dan SP-36 : 3 gram/meter , perkembangan sangat cepat sekali. Penebaran bibit 200 gram/ meter, dalam jangka 4 – 7 hari dapat memanen 10 kg Azolla segar

Selasa, 03 Maret 2015

Aneka Olahan Ikan Patin





Filet Patin

Deskripsi:
Filet patin merupakan salah satu diversifikasi produk yang sangat diperlukan dalam mengantisipasi panen raya hasil budidaya. Sampai saat ini pemanfaatan ikan patin di Indonesia biasanya hanya dikonsumsi segar dan direstoran – restoran maupun rumah makan pada umumnya diolah menjadi pepes, pindang, asem-asem, goreng dan bakar. Filet patin dapat disimpan dalam keadaan beku agar dapat memperpanjang umur simpannya, dan apabila digunakan atau diolah sebaiknya dilelehkan terlebih dahulu.

Bahan-bahan:
·    Ikan Patin segar
100 %
1000 g

·    Air
200 %
2000 g

·    Es
100 %
1000 g




Peralatan:
·    Keranjang plastik
·    Pisau
·    Baskom

·    Sealer
·    Talenan

Prosedur Pengolahan:

a.     Ikan patin difilet dengan menggunakan pisau lalu dicuci dengan air bersih dan dingin.
b.     Fillet patin yang sudah bersih dimasukan dalam plastik secara individual dan disusun dalam pan pembekuan, kemudian dibekukan.
c.     Setelah beku ikan di-glassing dengan cara dicelupkan dalam air dingin bersuhu 0 – 5oC selama 5 detik
d.     Fillet ikan dikemas dalam plastik dan ditutup rapat menggunakan sealer, kemudian disimpan dalam cold storage.


Minggu, 01 Maret 2015

Abon Ikan

PEMBUATAN ABON IKAN



Abon adalah makanan yang dibuat daging yang disuwir-suwir atau dipisahkan seratnya, kemudian ditambah bumbu-bumbu dan digoreng. Abon ikan sebaiknya dibuat dari ikan berdaging tebal yang tidak memiliki duri-duri halus, seperti ikan tuna, cakalang, tongkol, meka, dan sejenisnya. Kualitas abon ikan sangat ditentukan oleh kemumian daging ikan yang dibuatnya (tanpa banyak campuran bahan tambahan), wamanya coklat, dan kering tanpa banyak megandung minyak, serta rasa dan aroma khas daging ikan tersebut. Kandungan minyak yang banyak menyebabkan abon ikan tidak tahan lama disimpan, karena mudah terjadi ketengikan. Abon ikan yang dibuat dengan kualitas baik dan disertai pengepakan yang tepat bisa menjamin ketahanan hinga 6-7 bulan.
Syarat mutu abon telah ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (1995), yaitu Standar Nasional Indonesia untuk abon No 01-3707-1995 yang dapat dilihat pada Tabel 1. Berikut ini.

BUDIDAYA IKAN SISTEM KARAMBA