Sabtu, 28 Februari 2015

Budidaya Lele Kolam Terpal

BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL




Pendahuluan
Beternak lele banyak manfaat yang bisa diambil baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat secara langsung yaitu dikonsumsi dagingnya untuk menambah masukan gizi  keluarga,  sedangkan manfaat tidak langsungnya yaitu dapat menambah pemenuhan kebutuhan ekonomi  keluarga.
            Budidaya lele ini, tidak memerlukan ketersediaan lahan yang luas serta kebutuhan air yang banyak, semua hanya menggunakan sumber daya alam sisa, maka petani bisa melakukan usaha ini diluar kesibukan sebagai petani sekaligus merupakan kegiatan sambilan yang produktif.
Usaha budidaya di kolam terpal di lahan pekarangan tidak banyak membutuhkan waktu, sehingga bisa sebagai kegiatan sampingan bagi ibu rumah tangga maupun pekerja lainnya. Disamping itu juga kegiatan budidaya ini tidak rumit, sehingga mudah dipelajari dan dipraktekkan namun tetap memerlukan ketelatenan untuk pemeliharaanya.

Mina Padi



Budidaya Ikan Sistem Mina Padi





Pengertian Minapadi
Salah satu optimalisasi potensi lahan sawah irigasi dan meningkatkan pendapatan petani adalah dengan merekayasa lahan dengan teknologi tepat guna. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah strategi pertanian dari sistem monokultur ke sistem diversifikasi pertanian, misalnya menerapkan teknologi budidaya Mina Padi. Minapadi  adalah kegiatan budidaya polikultur tanaman padi dan ikan dalam satu petakan.
Dengan adanya pemeliharaan ikan di persawahan selain dapat meningkatkan keragaan hasil pertanian dan pendapatan petani juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan air juga dapat mengurangi hama penyakit pada tanaman padi.
Minapadi telah lama dikembangkan di Indonesia, selain menyediakan pangan sumber karbohidrat, teknologi ini juga menyediakan protein sehingga cukup baik untuk meningkatkan mutu makanan penduduk di pedesaan (Syamsiah et all. 1988).Dengan teknologi yang tepat, minapadi dapat memberi pendapatan yang cukup tinggi. Keuntungan yang didapat dari usahatani minapadi berupa peningkatan produksi padi dan ikan, mengurangi penggunaan pestisida, pupuk anorganik, penyiangan dan pengolahan tanah (Suriapermana, et all., 1994)
Teknologi  minapadi berkembang sejalan dengan perkembangan kebutuhan dan peluang usaha. Dalam rangka mengoptimalkan kedua komoditas, maka dikembangkanlah minapadi kolam dalam. Teknologi Minapadi Kolam Dalam dikembangkan dalam rangka meningkatkan potensi lahan dan pendapatan. Untuk dapat menganalisis usaha di pertanian tentu yang diperhitungkan adalah luasan lahan, semakin luas lahan maka produksinya akan semakin meningkat. Hal berbeda di usaha perikanan yakni satuan kolom. Semakin dalam volume air pada kolam akan semakin meningkatkan jumlah produksinya, yang tentu akan berimplikasi pada pendapatan yang diperoleh.

Tujuan
Tujuan dikembangkannya teknologi minapadi kolam dalam adalah :
·         Meningkatkan potensi lahan sawah
·         Meningkatkan keragaan hasil sawah
·         Pemenuhan persyaratan teknis kedua komoditas
·         Meningkatkan pendapatan 

Senin, 23 Februari 2015

Budidaya Ikan Nila

TEKNIS BUDIDAYA NILA









Budidaya Ikan Nila sudah banyak dilakukan oleh para petani di negeri ini, walaupun demikian peluang usaha Budidaya Ikan Nila masih terbuka lebar. Saat ini kecenderungan masyarakat dunia mulai mengurangi konsumsi daging hewan seperti sapi karena beberapa alasan seperti penyakit anthrax dan mulai beralih mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein. Salah satu sumber protein asal hewan air yang paling diminati pasar dunia adalah fillet (potongan daging tanpa tulang) ikan nila. Sehingga permintaan pasar dunia terhadap jenis fillet tersebut semakin meningkat. Negara yang menjadi pemasok fillet nila terbesar dunia adalah Cina, Indonesia, Thailand, Taiwan, dan Filipina. Meski demikian pasokan Fillet Ikan Nila dari negara-negara tersebut masih belum mencukupi. Sehingga Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila untuk mencukupi pasar tersebut masih terbuka luas.

Ikan Nila merupakan jenis ikan yang sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat. Rasa daging ikan yang enak membuat banyak orang menyukainya. Bagi para petani memelihara ikan nila banyak dipilih karenamudah dalam membudidayakan dan mudah dalam pemasarannya. Selain itu minat pasar untuk ikan nila masih sangat lebar, mulai dari nila yang ukuran bibit sampai ikan nila yang di kategorikan sebagai ikan konsumsi semua pasar tersebut masih mungkin dimasuki. Karena termasuk ikan konsumsi, ikan nila memiliki harga yang cukup terjangkau pasar. Ikan Nila dapat dipasarkan melalui pasar dalam negeri danpasar luar negeri.
Pasar dalam negeri biasanya dari jenis ikan nila lokal yang bisa disuplai ke berbgai kolam pemancingan, rumah makan, dan pedagang ikan. Sementara untuk pangsa ekspor biasanya dipilih ikan nila merah dan ikan nila gift, yang tentu saja harganya pasti akan lebih mahal dibandingkan ikan nila biasa. Tak heran bila banyak petani memilih Budidaya Ikan Nila sebagai lahan usahanya.

JENIS IKAN NILA
Ada beberapa jenis ikan Nila yang memliki pertumbuhan yang sangat cepat antara lain Nila Jica dan Nila Gift. Ikan Nila Jica merupakan hasil rekayasa genetik yang dilakukan sejak tahun 2002. Pengembangan Jenis ikan Nila ini dibantu oleh JICA (Japan for International Cooperation Agency, yang merupakan lembaga donor Pemerintah Jepang), kemudian jenis Ikan nila ini dinamakan nila jica. Jenis nila ini didapat dari hasil pengembangan lembaga riset Kagoshima Fisheries Research Station di Jepang. Kemudian, oleh BBAT Jambi, ikan ini dikembangkan lagi, hingga akhirnya muncul varietas baru.
Jenis Ikan Nila lain yang memiliki pertumbuhan cepat adalah Nila Gift (Genetic improvement of farmed tilapias), yang merupakan hasil pengembangan International Center for Living Aquatic Resources Management (ICLARM) Filipina. Ikan Nila Gift sangat digemari pasar dunia, selain itu pertumbuhan Ikan Nila Gift juga tergolong paling cepat, bahkan tiga kali lebih cepat dibanding ikan mujair. Nila Gift bahkan dinobatkan menjadi Ikan abad 21, pada Konferensi Perikanan Sedunia di Bangkok (Thailand) tahun 1996.

PILIHAN BUDIDAYA IKAN NILA
Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila dapat memungkinkan dalam berbagai bentuk usaha yang bisa dipilih sesuai dengan minat dan kondisi yang memungkinkan,diantaranya:
§  Usaha Pembenihan Ikan Nila.
§  -Usaha Pembesaran Ikan Nila.
§  Usaha Pemasaran atau Distribusi Ikan Nila.
Kebutuhan benih Ikan Nila seiring dengan kebutuhan ikan nila konsumsi, semakin besar kebutuhan konsumsi ikan Nila maka kebutuhan akan bibit nila semakin meningkat dengan demikian peluang usaha terbuka dalam hal pembibitan ikan nila. Metode pembibitan juga relatif lebih mudah, karena Ikan Nila dapat berkembang biak secara alami dengan sangat mudah. Hanya yang diperlukan adalah lahan yang cukup luas. Ikan Nila akan berkembang dengan sangat cepat pada areal sawah yang dangkal dan cukup luas dengan suhu air yang cukup hangat. Model pembenihan ikan nila bisa dilakukan dengan sistem mina padi.
Usaha pembesaran Ikan Nila dapat dilakukan pada semua tempat seperti kolam, tambak, karamba, jalapung bahkan pada air payau sekalipun. Resiko kematian usaha pembesaran relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan pembibitan, ikan nila relatif bisa bertahan hidup dalam kondidi air yang tidak begitu bagus. Usaha pembesaran ikan nila ditujukan untuk memenuhi permintaan konsumsi, yang bisa dipanen dalam masa 4 bulan sejak benih ikan Nila ditabur.

LINGKUNGAN HIDUP IKAN NILA
Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Ikan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 30 derajat. Hal yang paling berpengaruh dengan pertumbuhannya adalah salinitas atau kadar garam jumlah 0 – 29 % sebagai kadar maksimal untuk tumbuh dengan baik. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik.
PERKEMBANGBIAKAN IKAN NILA
Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini.
MAKANAN IKAN NILA
Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.  Selain itu Ikan Nila dapat diberi makanan limbah rumah tangga. Pemberian makanan dengan limbah rumah tangga dapat menghemat biaya perawatan dan pemeliharaan

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN NILA

1. Pemilihan Induk
    Ciri Induk Nila Yang Baik :
         Bentuk tubuh normal/tidak cacat
         Sehat/tidak terinfeksi penyakit
         Bukan hasil perkawinan sekerabat/inbreeding
         Kriteria kuantitatif sifat reproduksi induk nila menurut SNI, adalah :





2. Pemberokan/Recovery
      Tujuan           :   pemberokan/pemulihan (recovery) induk sebelum pemijahan
      Waktu           :   ± 2 minggu untuk sapih larva/benih dan
                                    ± 1 bulan untuk sistem telur (ketek)
      Lakukan        :   Manajemen Pakan (2%/hari), Kualitas Air, dan Kesehatan Ikan

3. Pemijahan
a. Sisitem Ketek (Sistem BBI JANTI)
-         Dilakukan di bak pemijahan
-         Perb.  Jantan : Betina   =   1 : 3
-         Panen larva : 15 – 18 hari setelah pemijahan
-         Lakukan :   Manaj. Pakan (1%/hr), Kualitas Air, dan Kesehatan Ikan

b. Sistem Sapih Benih
-         Dilakukan di kolam
-         Perb.  Jantan : Betina   =   1 : 3  s/d  1 : 5
-         Panen larva : 10 hari setelah pemijahan s/d hari ke-30
-         Lakukan :   Manajemen Pakan (1%/hari), Kualitas Air, dan Kesehatan Ikan


B. Pendederan (P1 – P3)
1. Persiapan Kolam
a.  Pengeringan
-         Waktu :  3 – 5 hari
-         Pastikan dasar kolam telah kering/retak-retak
b.  Pemupukan (P1)
-         Organik (kotoran puyuh) :  100 g/m2
-         Anorganik (urea) :  15 g/m2 (bila perlu)
c.  Pengapuran
-         Kapur :  25 g/m2 (bila perlu)
d.  Pengisian Air (P1)
-         Kolam diisi air dengan kedalaman awal ± 20 cm pada outlet
-         Biarkan kolam selama ± 4 hari sampai plankton tumbuh
-         Kolam siap ditebari larva
-         Penambahan air dilakukan secara bertahap sampai panen hingga mencapai kedalaman 80 cm






TEKNIK PEMBESARAN IKAN NILA
Pola Usaha Pembesaran Nila
         Intensif : kolam air deras dan keramba,
            kepadatan > 100 ekor/m2
         Semi Intensif : kolam (bisa dibantu kincir
            air), kepadatan 50-75 ekor/m2
         Tradisional : kolam, pakan alami,
            kepadatan 5-10 ekor/m2

Wadah Pembesaran Nila
Kolam
         Kedalaman > 70 cm
         Air mengalir kontinu
         Ukuran menurut lokasi
         Pengesatan mudah dilakukan
Kolam Air Deras
         Kedalaman > 100 cm
         Air mengalir deras kontinu
         Ukuran menurut lokasi
         Pengesatan mudah dilakukan
Keramba
         Lokasi di waduk
         Ukuran 7 x 7 m atau 3 x 3 m

PEMELIHARAAN
Benih Gelondong ( > 12 cm )
      Harus dipilih benih bermutu
      Sesuai kebutuhan pasar
      Kepadatan benih diperhatikan

Pakan
         Protein 28% ke atas
         Pemberian 2 – 3 kali sehari
         Dosis 3 – 5 %/hari

Manajemen Kualitas Air
Parameter Kualitas dan Kuantitas air media budidaya :
1.     Suhu                                      : 25 ◦C – 30 ◦C
2.     Nilai pH                                             : 6,5 – 8,5
3.     Kandungan oksigen terlarut       : minimum 5 mg/l
4.     Ketinggian air                                  : 50 – 70 cm
5.     Kecerahan secchi disc                   : 20 – 40 cm
6.     Kelimpahan plankton                    : 5000 – 7000 individu/ml

PEMASARAN
Pasar Lokal
§  Ukuran 200 – 500 gr/ekor
§  Pancingan ikan hidup
§  Pasar khusus ikan segar
§  Pasar umum ikan segar
Pasar ekspor
§  Ukuran > 700 gr 
§  Berupa filet beku
§  Pasar Eropa, Thailand, Taiwan, Jepang, AS

Penanggulangan Hama & Penyakit Ikan
         Penambahan bahan kimia ke air
         Perlakuan mengalir (flowing treatment)
         Pencelupan ikan (dips)
         Pemandian cepat (short bath)
         Pemandian panjang (long bath)
         Penyemprotan di atas kolam
         Menggantung bahan kimia dalam air
         Penambahan bahan kimia ke pakan
         untuk mengendalikan endoparasit, bakteri dan infeksi patogen lain ke dalam tubuh ikan
         Penambahan bahan kimia langsung ke ikan
         pengolesan bahan kimia dan injeksi
         Pengendalian secara mekanik (bio security)
         Pengendalian secara biologi


BUDIDAYA IKAN SISTEM KARAMBA