Selasa, 04 Desember 2018

Budidaya Ikan Sistem Air Deras dengan Kolam






Usaha budidaya ikan sistem air deras masih merupakan hal yang relatif baru di negara kita. Pada akhir tahun 1970an dan awal tahun 1980an sistem air deras ini telah menggemparkan dunia perikanan karena telah memberikan produksi ikan yang tinggi dalam masa pemelioharaan yang relatif singkat dan mampu memberikan keuntngsn ysng berlipat ganda bagi petani ikan.
Meskipun usaha budidaya ikan dengan sistem air deras yang lebih dikenal dengan sistem ‘running water system” ini masih merupakan metode metode budidaya ikan yang relatif baru di Indonesia, akan tetapi telah mampu memberikan produksi yang memuaskan. Oleh karena itu banyak pembudidaya ikan yang berminat untuk mencoba ini.
Sesuai dengan namanya, kolam ini memanfaatkan aliran air yang relatif deras untuk mempercepat pertumbuhan ikan yang dipelihara. Hal itu tentu saja dapta dimengerti, sebabaliran air yang deras akan memberikan beberapa keuntungan yaitu :
   1.       Aliran air yang deras mampu menyediakan kandungan oksigen terlarut dalam air pada tingkat yang jenuh. Dengan demikian oksigen terlarut dalam air selalu tersedia.
   2.       Dengan selalau tersedianya kandunganoksigen terlarut dalam air, kolam dapat ditebari ikan dengan kepadatan tinggi.
   3.       Aliran air yang deras akan mampu dengan segera membuang sisa makanan dan kotoran hasil metabolisme dari dalam kolam, sehingga kemungkinan terjadinya proses pembusukan yang akan memperlambat pertumbuhan ikan dapat dihindari.

Sistem air deras ternyta telah berkembang dengan pesat. Ini terlihat dengan dikembangkannya metode budidaya lain yang mempunyai sistem serupa, yaitu sistem air deras. Contoh paling terkenal dari usaha budidaya dengan sistem air deras adalah kolam air deras, kolam drum dan kolam parit.
Pada kesempatan kali ini akan kami jelaskan tentang budidaya ikan sistem air deras dengan kolam air deras. Kolam air deras termasuk salah satu budidaya yang intensif. Tingkat produksinya relatif sangat tinggi, apabila dibandingkan dengan sistem budidaya yang lain. Karena sifatnya yang intensif, setiap kolam yang digunakan untuk budidaya ikan mempunyai ukuran yang tidak terlalu besar. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata ukuran luas kolam air deras yang dapat memberikan hasil optimal adalah 50 meter persegi.
Usaha budidaya ikan dengan sistem kolam air deras ini dapat dilakukan dalam skala kecil, speerti yang umum dilaksanakan oleh pembudidaya ikan bermodal kecil yang hanya mengoperasikan beberapa kolam saja. Dalam skala usaha yang lebih besar, seperti yang dilakukan oleh pembudidaya ikan bermodal besar, dapat dioperasikan satu unit sistem kolam air deras yang terdiri dari beberapa puluh kolam. Beberapa contoh budidaya ikan dengan sistem kolam air deras skala besar adalah di daerah kampung nila, klaten.
Dalam pembuatan satu unit sistem kolam air deras, yang perlu diperhatikan adalah tata letak antara kolam yang satu dan kolam yang lain. Tata letak kolam-kolam pemeliharaan sebaiknya disusun secara paralel dan tidak disusun secara seri, karena susunan paralel mempunyai beberapa keuntungan, yakni ;
1.       Karena air yang berasal dari satu sumber yang sama kemudian dibagi secara merata, maka setiap kolam mendapat air dengan kualitas yang sama, sehingga pertumbuhan ikan pada setiap kolam menjadi sama.
2.       Air yang berasal dari satu kolam akan langsung dikelaurakan dan tidak akan masuk ke kolam lainnya. Dengan demikian tidak akan terjadi proses penimbunan sisa makanan dan kotoran hasil metabolisme pada kolam berikutnya, seperrti yang terjadi pada sistem kolam air deras yang disusun secara seri.

A.      Konstruksi Kolam
Konstruksi kolam yang dipergunakan dalam usaha budidaya kan dengan sistem kolam air deras mempunyai bentuk yang beraneka ragam ; bentuk persegi empat, bujur sangkar, bulat, segitiga ataupun bentuk seperti perahu. Bentuk kolam yang terbaik mempunyai aliran air yang dapat mencapai setiap bagian kolam sehingga pertukaran air akan berlangsung dengan baik. Dengan adanya pertukaran air yang baik, kandungan aiksigen terlarut dalam air akan segera tersebar ke seluruh bagian kolam dan tidak akan terjadi penimbunan sisa makanan dan kotoran metabolisme di dasar kolam.

B.      Debit Air
Debit air yang mengalir ke kolam sistem air deras merupakan faktor yang memegang pernan sangat penting untuk menghasilkan produksi yang tinggi. Debit air yang terlalu rendah akan mengakibatkan produksi ikan menurun karena kandungan oksigen di dalam air menjadi berkurang, dan sisa makanan atau kotoran hasil metabolisme tidak dapt segera dibuang. Sedangkan debit air yang terlalu deras akan mengakibatkan pertumbuhan ikan menjadi terhambat, karena sebagian besar energi yang telah diperoleh akan dipergunakan untuk memperthankan diri dari pemngaruh arus air yang terlalu besar.
Berdasarakan penghitungan yang telah dikembangkan oleh Meske (1973), untuk kolam dengan luas 50 meter persegi, debit air yang optimal berkisar antara 100 – 150 liter air setiap detiknya.
Untuk menghindari terjadinya penyumbatan pada pintu pemasukan air, air dari saluran harus disaring terlebih dahulu sebelum dialirkan ke kolam. Alat penyaringan dapt dibuat secara sederhana dari bahan besi atau bambu.

C.      Ukuran dan Kepadatan Ikan yang Dipelihara
Pada dasarnya semua jenis ikan yang mempunyai sifat reotaknis positif (senang arus air) dapat dipelihara dalam kolam air deras. Yang perlu diingat adalah adalah betuk dan jenis makanan dari makanan dari ikan tersebut. Ikan yang mempunyai bentuk tubuh yang pipih misalnya gurami, kurang cocok dipelihara di kolam air deras, meskipun ia menyenangi arus air, karena ikan jenis ini akan mengalami kesulitan berenang sewaktu menghadapi arus. Ikan pemakan tumbuhan atau plankton,sepeti ikan bandeng, juga sulit sipelihara di dalam kolam air deras mekipun mempunyai sifat reotaksis positif karena akan mengalami kesulitan dalam memperoleh makanan.

Meskipun banyak jenis ikan dapt dipelihara dengan sistem air deras, tetapi perlu dipertimbangkan nilai ekonomisnya, karena tidak semua jenis ikan dapat memberikan keuntungan apabila dipelihara dengan sistem air deras. Oleh karena itu agar usaha budidaya ikan dapt memberikan hasil yang baik, jenis ikan yang akan digunakan harus dapat memenuhi persyaratan di bawah ini ;
1)      Mampu menyesuaikan diri dan dapt tumbuh secara optimal, meskipun dipelihara dalam kondisi air yang cukup deras
2)      Dapt tetap tumbuh secara optimal, meskipun dipelihara dalam kondisi yang padat
3)      Sangat responsif dan efisien terhadap pemberikan makanan tambahan
4)      Mempunyai nilai jual yang tinggi di pasaran. Sebagai patokan yang diperoleh berdasarkan perhitungan, batas harga jual paling rendah adalah enam kali harga makanan yang telah dikonsumsi.

D.   Pemberian Makanan Tambahan
Pemberian makanan tambahan dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan ikan di kolam, sehingga dapt segera dipanen. Sebaiknya pemberian makanan tambahan dilakukan sebanyak empat kali dalam sehari dengan jarak waktu setiap pemberian makanan adalah empat jam yaitu pukul 06.00, 10.00, 14.00 dan 18.00.

E.    Lamanya Pemeliharaan
Lamanya pemeliharaan ikan di kolam air deras sangat tergantung pada ukuran benih yang ditebarkan dan ukuran ikan yang akan dipanen. Secara umum, lamanya pemeliharaan ikan dapat berlangunmg antara 3 – 6 bulan. Tetapi seandainya harga jual ikan di pasar menurun, pembudidaya ikan akan cenderung memperpanjang masa pemeliharaan sampai harga jual kembali normal. Benih ikan dengan ukuran 100 gram pe ekornya akan tumbuh menjadi 300 – 500 gram setelag dipelihara selama 3 – 6 bulan.
Untuk mengatasi penurunan harga jual ikan di pasar, diperlukan kemampuan untuk menentukan waktu penebaran ikan, lamanya pemeliharaan dan cara panen dengan perhitungan bahwa pada saat panen harganya tetap stabil atau sedang tinggi.

F.    Panen Ikan
Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa ukuran benih yang ditebar dapat mempengaruhi cara penan ikan di kolam. Jika benih ikan yang ditebarkan mempunyai satu jenis ukuran yang sama, maka panen dapat dilakukan secara serentak seperti yang umum dilakukan oleh pembudidaya ikan bermodal kecil yang hanya mempunyai beberapa kolam saja. Pembudidaya yang bermodal besar yang memiliki banyak kolam biasanya melakukan panen secara bertahap dengan selang waktu satu atau beberapa hari. Ini dilakukan untuk menekan biaya dan mengurangi jumlah tenaga kerja yang besar, juga untuk mencegah turunnya harga ikan di pasar karena melimpahnya jumlah ikan.
Panen ikan sebaiknya dilakukan pagi-pagi benar sebelum matari terbit. Jika dipanen terlalu siang, ikan menjadi tidak tahan selama dalam pengangkutan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUDIDAYA IKAN SISTEM KARAMBA