Jumat, 07 Desember 2018

Budidaya Ikan Sistem Air Deras dengan Drum



Pada dasarnya budidaya ikan air deras dengan drum hampir sama dengan menggunakan kolam air deras. Pada sistem budidaya air deras drum, air dengan debit tertentu dialirkan ke dalam drum dengan tujuan menyediakan kandungan oksigen terlarut dalam jumlah yang memadai bagi kebutuhan ikan dan membuang sisa-sisa metabolisme dan kotoran hasil metabolisme.
Sebenarnya usaha budida ikan dalam drum sudah lama dikenal oleh petani ikan di Indonesia, namun pengembangan secara besar-besaran baru terjadi pada akhir dekade tujuh puluhan dan pada tahun-tahun terakhir usaha budidaya ikan dalam drum banyak mengalami kemajuan sehinga mampu memberikan penghasilan memadai.
Adapun keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha budiaya ikan dalam drum adalah :
      1.       Sehubungan dengan bahan yang diperlukan dan cara pembuatan sisem drum tidak dibutuhkan 
             biaya yang terlalu besar 
      2.     Petani ikan lebih mudah melakukan pengontrolan sehingga kemungkinan terjadinya hal-hal                 yang tidak diinginkan dapat segera diatasi. 
     3.       Pada usaha budidaya ikan dalam drum, ikan-ikan lebih mudah dipanen dan panen dapat                      dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.

Untuk alat dan bahan yang digunakan untuk budidaya ikan sistem ini adalah sebagai berikut ;
A.   BAHAN DAN KONSTRUKSI
Konstruksi fasilitas budidaya ikan yang dibuat dengan baik tentu akan memberikan hasil yang baik pula. Oleh karena itu pemilihan bahan-bahan yang akan ddigunakan untuk pembuatan sistem drum harus benar-benar diperhatikan. Bahan-bahan yang diperlukan adalah :
a.       Drum Plastik
Drum berfungsi sebagai tempat untuk membesarkan ikan. Pada umumnya pembudidaya ikan menggunakan drum plastik yang mampu menampung air paling sedikit 120 liter. Dalam pelaksanaannya drum ini tidak diisi penuh, melainkan hanya 100 liter saja atau hanya sekitar 90 persen dari total volume drum.
Drum plastik dipilih sebagai fasilitas budidaya ikan karena pertimbangan beberapa hal antara lian ;
-          Drum plastik dapt membersihkan didirnya sendiri (self clean) dan mudah disterilisasi
-          Permukaan dinding drum plastik yang halus tidak akan mengakibatkan rusaknya kulit atau sisik ikan’
-          Karena terbuat dari plastik maka bahan ini tidak akan mengalami proses pegkaratan
-          Harga drum plastik relatif murah daripada drum jenis lain.
b.      Pipa Pralon
Pipa pralon berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan air dari sumbernya ke dalam drum dan mengeluarkan sisa makanan dan kotoran hasil metabolisme dari dalam drum.
Untuk drum dengan volume 120 liter, pipa pralon yang digunakan sebaiknya ukuran diameter 0,75 ; 1 dan 2 inchi.
c.       Alas Drum
Alas drum terbuat dari kayu atau besi dengan ukuran 20 x 15 cm. untuk masing-masing diperlukan sebanyak tiga buah. Saluran pembuangan air terdiri dari dua buah pipa pralon dengan ukuran diameter yang berbeda, yaitu 1 inchi di bagian dalam dan 2 inchi di bagian luar. Mula-mula pada bagian dasar drum plastik dibuat lubang dengan diamater 1 inchi. Lubang ini akan berfungsi sebagai tempat untuk memasang pipa pembuangan bagian dalam agar dapat berdiri tegak. Selain itu, lubang ini juga akan berfungsi sebagai pintu penguras air pada saat panen.
Konstruksi saluran pembuangan dibuat sedemikian rupa sehingga hanya air yang berada di bagian dasar drum saja yang dialirkan ke luar. Dengan demikian, sisa makanan dan kotoran hasil metabolisme ikan yang biasanya mengendap di drum akan segera dibuang melalui saluran pembuangan ini. Air yang kotor ini kemudian akan dialirkan ke sungai atau parit melalui pipa pembuangan induk yang mempunyai diamater 2 inchi.
Panjang pipa pembuangan bagian dalam harus ditentukan dengan cermat karena akan mempengaruhi tinggi permukaan air di dalam drum. Pipa ini juga harus mudah dipasang atau dilepaskan dari lubang yang terdapat di dasar drum, sehingga dapat berguna pada saat panen ikan dilakukan.
Pipa saluran pembuangan bagian luar mempunyai ukuran yang lebih panjang daripada pipa saluran pembuangan bagian pertama, dan mempunyai diameter 2 inchi. Pada bagian bawah pipa ini dibuat lubang memanjang dengan tinggi 10 cm dan lebar 0,5 inchi. Sedangkan jarak antar lubang ini adalah 1 – 1,5 inchi. Saluran ini berfungsi untuk mengalirkan air beserta sisa makanan dan kotoran hasil metabolisme ke pipa pembuangan induk melalui pipa saluran pembuangan bagian dalam. Jarak antar lubang di bagian bawah pipa saluran pembuangan bagian luar telah dibuat sedemikian rupa sehingga hanya sisa makanan dan kotoran hasil metabolisme saja yang melewatinya, sedangkan ikan tidak dapat keluar melalui lubang ini.
Pipa bagian luar tidak dipasang secara permanen pada dasar drum, seperti pipa bagian dalam, melainkan hanya diletakkan begitu saja.
Untuk mengalirkan air dari sumbernya dipergunakan pipa pralon dengan ukuran diameter 2 inchi yang berfungsi sebagai saluran induk. Saluran iar ini kemudian dibagi ke setiap drum melalui pipa pralon yang berdiameter 0,75 inchi. Dengan demikian, setiap drum akan mendapatkan air dengan kualitas dan kuantitas yang samPada bagian tutup drum, dibuat beberapa lubang yang akan berfungsi sebagai jalan masuk untuk air, sinar matahari dan pemberian makanan tambahan. Ukuran lubang harus dibuat sedemikian rupa sehingga ikan tidak mungkin melompat ke luar drum.

B.      Lokasi dan Debit Air
Lokasi yang akan dipergunakan untuk usaha budidaya ikan dalam drum sebaiknya terletak dekat dengan sumber air yang kontinyu dan mempunyai debit air yang cukup besar. Sumber air yang kontinyu, baik selama musim hujan maupun musim kemarau, akan menjamin keberhasilan usaha budidaya ikan dalam drum. Untuk dapat menghasilkan air cukup deras, sebaiknya perbedaan tinggi permukaan air pada sumber dan tinggi permukaan air di dalam drum tidak kurang dari 40 cm.

C.      Jenis dan Kepadatan Ikan
Jenis ikan yang akan dibudidayakan dengan sistem drum sebaiknya memenuhi persaratan seperti berikut :
a.       Mempunyai sifat menyenangi arus air (reotaksis positif)
b.      Dapat tetap bertahan hidup dan tumbuh dengan baik dalam kondisi air yang deras
c.       Dapat tetap hidup dan tumbuh dengan baik dalam kondisi yang sangat padat
d.      Sangat responsif terhadap pemberian makanan tambahan
e.      Mempunyai harga jual yang cukup tinggi
Karena luas permukaan drum lebih kecil dibandingkan dengan kedalamannya, maka cara penentuan kepadatan ikan pada kolam air deras tidak dapat dipergunakan di sini. Zulkifli Jangkaru dan Rustami Djajanegara telah memberikan metode lain untuk menentukan kepadatan ikan. Jika drum yang telah diisi air sebanyak 100 liter akan ditebarkan benih ikan mas dengan ukuran 100 gram setiap ekornya, maka kepadatan yang optimal adalah  berkisar antara 5 – 6 kilogram.
D.      Pemberian Pakan Tambahan
Pemberian makanan tambahan dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan ikan di kolam, sehingga dapt segera dipanen. Sebaiknya pemberian makanan tambahan dilakukan sebanyak empat kali dalam sehari dengan jarak waktu setiap pemberian makanan adalah empat jam yaitu pukul 06.00, 10.00, 14.00 dan 18.00. Dosis pakan yang diberikan berkisar antara 3 – 6 persen dari berat total ikan yang dipelihara setiap harinya. Karena pemberian makanan dilakukan empat kali, dosis setiap kali pemberian makanan adalah ¾ - 1,5 persen dari total berat ikan.
E.       Panen Ikan
Ikan yang dipelihara dalam drum sudah dapt dipanen setelah dipelihara selama kurang lebih tiga bulan. Berat total ikan yang diperoleh dari setiap drum pada saat panen berkisar antara 20 – 30 kilogram. Berat rata-rata setiap ekornya kurang lebih 400 – 600 gram.

  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUDIDAYA IKAN SISTEM KARAMBA