Rabu, 19 Desember 2018

BUDIDAYA IKAN SISTEM KURUNGAN TERAPUNG



                Sistem budidaya ikan dalam kurungan terapung merupakan pengembangan dari metode budidaya ikan dalam keramba, yaitu jenis keramba di permukaan air. Sistem kurungan terapung ini sudah berkembang di negara Filipina dan Thailand dan sangat sesuai untuk dioperasikan di perairan yang agak dalam seperti danau, teluk yang kecil, waduk/ bendungan, maupun selat-selat yang sempit. Negara kita yang memiliki banyak perairan seperti di atas, merupakan daerah yang sangat potensial untuk pengembangan usaha budidaya ikan dengan sistem kurungan terapung ini.
               
Beberapa keuntungan dari sistem budidaya ikan sistem kurungan terapung adalah sebagai berikut ;
1.       Mempermudah pengawasan terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan, karena ikan dipelihara di dalam lingkungan terbatas
2.       Sistem budidaya ikan dalam kurungan terapung akan mampu meningktkan produktivitas perairan, karena pengontrolan terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan dapat dilakukan lebih teliti.
3.       Ikan akan terhindar dari gangguan hama dan gangguan lain yang sering menimbulkan kerugian dalam usaha budidaya ikan
4.       Sisa makanan dan kotoran hasil metabolisme akan turun ke dasar perairan dan meningkatkan kesuburan perairan tersebut sehingga merupakan media yang bak bagi pertubuhan organisme makanan alamiah yang berguna bagi ikan
5.       Keuntungan yang diperoleh dari usaha budidaya ikan dengan sistem kurungan terapung akan mampu meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan sehingga kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi
6.       Mempu memberikan lapangan pekerjaan baru terutama bagi masyarakat yang tanahnnya terpaksa digunakan untuk pembangunan waduk/ bendungan
7.       Dapat dilakukan dengan sistem polikultur sehingga produksi ikan yang diperoleh akan semakin meningkat.
8.       Sistem budidaya ikan dalam kurungan terapung akan memberikan kemudahan pada saat panen ikan.
Untuk memperoleh hasil yang diinginkan maka tentu harus ditentukan lokasi yang tepat untuk pengoperasian budidaya ikan dalam kurungan terapung ini. Adapaun syarat-syarat lokasinya adalah sebagai berikut ;
1.       Kondisi lingkungan perairan dipilih yang jernih agar sinar matahari bisa menembus hingga ke dalam perairan
2.       Banyak mengandung organisme makanan alami untuk ikan
3.       Arusnya tidak terlalu deras sehingga suplai oksigen tetap terjaga dan sisa makanan dan hasil metabolisme ikan akan segera terbuang
4.       Mempunyai sirkulasi air yang cukup baik
5.       Letaknya jauh dari pusat kegiatan manusia
6.       Dasar perairan dipilih yang berlumpur untuk memudahkan pemasangan tiang pancang
7.       Lokasinya terlindung dari hembusan angin yang sangat kencang
8.       Sekitar lokasi sebaiknya terdapat tanaman untuk pelindung dari hembusan angin yang kencang dan juga sebagai peneduh.
Bahan utama untuk pembuatan kurungan adalah sebagai berikut ;
1.       Kayu atau bambu untuk membuat kerangka kurungan terapung
2.       Pelampung yang terbuat dari drum, busa plastik, kayu atau bambu
3.       Jaring dari bahan sintetis
4.       Tali pengikat
5.       Pemberat yang terbuat dari bahan semen, batu atau besi
6.       Jangkar yang terbuat dari besi.
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kurungan terapung adalah kedalaman perairan. Semakin dalam perairan maka semakin besar pula kurungan terapung yang bisa dibuat namun ukuran ideal ukuran kurungan jaring terapung adalah antara 3 – 5 meter. Kantong jaring dengan ukuran demikian sudah cukup memberikan perlindungan pada ikan terhdap pengaruh panasnya sinar matahari dan gangguan hewan pemangsa sperti burung.
Jenis ikan yang dibudidayakan dalam kurungan jaring apung ini adalah ikan bandeng, lele, ikan mas, ikan nila, ikan mujahir. Benih ikan yang digunakan sebaiknya berasal dari balai pembenihan sehingga berkualitas unggul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUDIDAYA IKAN SISTEM KARAMBA