Jumat, 19 Oktober 2018

BUDIDAYA IKAN SISTEM POLIKULTUR




Pada awal perkembangannya, sistem budidaya ikan merupakan suatu usaha pemeliharaan ikan di kolam yang melibatkan sedikit aktivitas manusia dan mengandalkan energi hanya dari makanan alamuah yang tersedia di perairan tersebut. Pengalaman membuktikan bahwa pada kolam yang subur dapat dipelihara ikan dengan tingkat kepadatan yang lebih tinggi daripada kolam yang kurang subur karena di dalamnnya tersedia jumlah makanan alamiah yang lebih banyak.
Pada kolam yang hanya dipelihara satu jenis ikan saja, ikan tersebut tidak berhasil memanfaatkan seluruh organisme makanan alamiahnya yang terdapat di dalam kolam. Akibatnya seringkali makanan alamiah yang tersedia tidak dapat dimanfaatkan seluruhnya oleh jenis ikan tersebut dan terbuang sia-sia.


Sebagai salah satu alternatif pemecahan terhadap masalah penggunaan makanan alamiah di kolam, maka dikembangkan suatu metode budidaya ikan yang dikenal dengan istilah polikultur. Dalam metode ini dalam satu kolam dipelihara berbagai jenis ikan yang membutuhkan jenis makanan berbeda sehingga setiap jenis ikan tidak akan bersaing dalam mencari makanan. Sistem polikultur bisa meningkatkan produksi ikan di kolam menjadi lebih tinggi daripada produksi ikan dari kolam dengan sistem monokultur.
Salah satu hal yang palig penting untuk diperhatikan dalam budidaya ikan sistem polikultur adalah penentuan kombinasi jenis ikan yang dibudidayakan sehingga bisa efektif dalam memanfaatkan semua potensi pakan alamiah yang terdapat dalam kolam. Selain dapat memanfaatkan makanan alamiah yang terdapat di kolam secara kolektif, tentu saja kombinasi spesies ikan tersebut harus dapat hidup bersama tanpa menimbulkan persaingan untuk mendapatkan makanan atau ruang gerak. Untuk mendapatkan kombinasi spesies ikan yang efektif sebaiknya dilakukan beberapa kali percobaan dan penyempurnaan secara terus menerus dari kombinasi spesies yang ada.  
Budidaya ikan sistem polikultur jika dilakukan dengan prinsip-prinsip budidaya secara benar maka akan memberikan keuntungan lebih bagi pembudidaya ikan diantaranya ;
     1.     Makanan alamiah yang tersedia di kolam dapat dimanfaatkan oleh ikan secara efektif, sehingga 
           tidak ada lagi makanan alamiah yang terbuang sia-sia.  
     2.     Penggunaan lahan menjadi efisien karena dalam luas yang sama dapat dipelihara ikan dengan 
            kepadatan lebih tinggi.
     3.     Secara keseluruhan produksi kolam akan meningkat karena jumlah ikan yang dipelihara dalam 
            satu kolam lebih banyak.
     4.      Produksi tiap spesies ikan akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan hasil pemeliharaan dengan 
           sistem monokultur.
Dewasa ini sistem polikultur telah banyak berkembang sehingga muncul beberapa variasi dari sistem ini yaitu antara lain ;
a.       Kombinasi spesies ikan yang berbeda dalam kebiasaan makan.
Dalam kombinasi ini ikan-ikan yang ditebarkan di kolam terdiri dari beberapa spesies yang berbeda dalam kebiasaan makan. Kombinasi ini dimaksudkan untuk memanfaatkan makanan alamiah yang terdapat di kolam secara efektif dan efisien.
Dalam sistem kombinasi ini sebaiknya dipilih spesies ikan yang mempunyai daerah operasi makanan di permukaan, di pertengahan dan di dasar kolam. Dengan dimikian seluruh makanan alamiah yang terdapat di kolam dapat dimanfaatkan dan tidak terjadi persaingan untuk mendapatkan makanan dan ruang gerak.
b.      Kombinasi ikan yang berbeda ukuran
Dalam kombinasi ini, ikan yang ditebarkan terdiri satu spesies tetapi mempunyai ukuran yang berbeda. Ini dilakukan karena setiap ukuran iakn mempunyai jenis makanan tertentu, meskioun ikan tersebut berasal dari satu spesies yang sama. Contohnya adalah ikan mas (Cyprinus carpio). Ikan mas yang ukurannya kecil biasa hidup di permukaan air dan makan plankton. Sedangkan ikan mas yang berukuran besar menyukai hidup di dasar perairan dan manecari makanan dengan cara mengaduk-aduk dasar kolam. Pembudidaya ikan yang melaukan panen secara bertahap dengan menangkap ikan yang telah mencapai ukuran tertentu cenderung mempergunakan sistem polikultur dengan kombinasi ini.
c.       Kombinasi dengan spesies ikan yang menghilang dari kombinasi.
Sering kita jumpai bahwa ikan yang kita pelihara tidak mampu memanfaatkan makanan alamiah yang terdapat di kolam secara efektif. Hal ini dijumpai pada pemeliharaan ikan lele (Clarias batrachus). Hal ini disebabkan karena ikan lele bersifat karnivora.
Untuk itu maka pada pemeliharaan ikan lele perlu juga ditambahkan spesises ikan yang sangat efektif dalam memanfaatkan makanan alamiah yang tersedia di kolam dan mudah untuk berkembang biak. Dengan demikian makanan alamiah yang tersedia di kolam dapat dimanfaatkan sebagai makanan bagi ikan tambahan dan anak-anak ikan tambahan tersebut dapat diamnfaatkan oleh ikan utama.
Contoh dari budidaya sistem ini adalah pemeliharaan ikan lele dengan ikan nila. Ikan nila sangat efektif dalam pemanfaatan pakan alamiah di kolam dan lebih mudah berkembang biak. Anak ikan nila kemudian dimanfaatkan sebagai makanan alamiah bagi ikan lele. Dengan demikian ikan lele dapat memanfaatkan makanan alamiah secara tidak langsung yaitu melalui ikan nila.
Kolam yang digunakan pada sistem polikultur sebaiknya mempunyai ukuran luas antara 2000 – 4000 meter persegi. Kolam polikultur dengan ukuran kurang dari 2000 meter persegi cenderung memperlambat pertumbuhan ikan yang dipelihara. Sedangkan kolam dengan luas lebih dari 4000 meter persegi akan menyulitkan pada saat pengisian air, pengeringan kolam, pengontrolan dan panen ikan.
Untuk memudahkan penangkapan ikan pada saat panen sebaiknya dibuat kemalir di sekeliling kolam. Kamalir dapat menjadi tempat berkumpulnya ikan pada saat panen. Selain untuk mempermudah penangkapan ikan, kamalir juga berfungsi sebagai tempat berlindung ikan terhadap serangan hama, bahaya kekeringan atau sengatan sinar matahari.
Ukuran kamalir disesuaikan dengan luas kolam. Kolam yang berukuran kecil kamalir dibuat dengan ukuran lebar 1 meter dan dalam 30 centimeter. Untuk kolam berukuran besar ukuran kamalir dibuat lebar 2 – 2,5 meter dengan kedalaman 50 centimeter. Kamalir dibuat agak miring ke arah pintu pengeluaran air agar mudah digunakan untuk menggiring ikan. Di sekitar pintu pengeluaran, kamalir dibuat dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 2 – 2,5 meter dan dalam 60 cm. kamalir ini berfungsi sebagai bak penampungan ikan pada saat panen untuk memudahkan penangkapan ikan.
Pintu pemasukan dan pengeluaran air sangat penting pada kolam polikultur untuk menjaga sirkulasi air kolam sehingga kualitas air dapat selalu terpelihara. Pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air terbuat dari pralon atau bambu yang ditanam pada pematang kolam. Pintu pengeluaran air sebaiknya dibuat dua bagian. Bagian pertama yaitu pintu pengeluaran yang terletak sejajar dengan dasar kamalir. Pintu ini berfungsi untuk mengeringkan kolam pada saat panen. Sedangkan bagian kedua merupakan saluran pengeluaran air yang terletak di sebelah atas dari bagian pertama. Saluran pengeluaran ini berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air yang berasal dari pintu pemasukan air atau dari air hujan. Jarak ketinggian kedua pintu air ini harus ditentukan dengan tepat sebab jarak ini akan memnentukan kedalaman air kolam.
Untuk pipa / saluran pemasukan air cukup satu bagian saja dan harus terletak lebuh tinggi dari pintu pengeluaran air bagian kedua. Perbedaan ketinggian di dimaksudkan untuk mencegah agar air di dalam kolam tidak mengalir kembali ke luar.
Untuk mencegah masuknya ikan lain ke dalam kolam atau lolosnya ikan dari kolam, sebaiknya pada pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air dilengkapi dengan saringan yang terbuat dari bambu atau anyaman kawat. Pintu pemasukan dan pengeluaran air harus sering dikontrol agar kemungkinan terjadinya penyumbatan oleh sampah atau benda-benda lain dapat segera diketahui.


Hampir semua jenis ikan dapat dipelihara secara polikultur. Tentu saja harus diperhatikan kombinasi spesies ikan yang paling sesuai dan tidak menimbulkan persaingan di antara ikan dalam mencari makanan ataupun ruang gerak.
Pengetahuan tentang kebiasaan makan dari setiap spesies ikan sangat penting dalam menentukan kombinasi spesies di kolam. Jenis-jenis ikan pemakan tumbuhan air diantaranya adalah ikan tawes (Puntius javanicus), Gurami (Osphronemus gouramy). Jenis ikan pemakan plankton adalah Tambakan (Helostoma temmincki), Sepat Siam (Trichogaster pectoralis). Jenis ikan pemakan segala (omnivor) diantaranya ikan Mas (Cyprinus carpio), Nila (Oreochromis nilticus), Mujair (Oreochromis mossambica). Sedangkan ikan pemakan daging (carnivor) adalah ikan Lele (Clarias batrachus), Tagih (Mystus nemurus).
Tingkat kepadatan setiap jenis ikan yang dipelihara dengan sistem polikultur adalah sama atau lebih sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan tingkat kepadatan masing-masing spesies ikan yang dipelihara secara monokultur. Hal ini karena setiap spesies ikan mempunyai jenis dan daerah makan sendiri-sendiri.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUDIDAYA IKAN SISTEM KARAMBA