Jumat, 28 September 2018

MENGENAL IKAN SIDAT



      A. PERSEBARAN IKAN SIDAT
Ikan sidat merupakan ikan yang mempunyai penyebaran cukup luas. Ikan ini hidup di daerah tropis maupun sub tropis. Ikan sidat banyak ditemukan di daerah yang berbatasn langsung dengan laut dalam. Di samudra Atlantik ditemukan satu jenis sidat yaitu Anguila anguila. Jenis sidat yang terapat di samudra atltantik ini kemudian menyebar hingga ke wilayah Eropa dan Amerika. Di Indonesia ikan sidat bisa ditemukan di seluruh wilayah yang berhubungan langsung dengan laut dalam. Ikan sidat menyebar di pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara dan Papua. Ikan sidat juga ditemui di wliayah timur pantai Kalimantan, seluruh Sulawesi dan Kepulauan Maluku.


            Ikan sidat hidup di daerah estuaria (air payau) dan perairan tawar (danau, rawa, sungai dan sawah) mulai dataran rendah hingga dataran tinggi. Keragaman jenis tertinggi ditemukan di Perairan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia dimana hampir 70 % dari total spesies yang ada dijumpai di daerah tersebut. Para ahli menduga bahwa daerah tersebut merupakan habitat asal (home land) ikan sidat. 
            Berikut adalah jenis-jenis ikan sidat di dunia yang telah berhasil diidentifikasi oleh para ahli :
1.    Anguila ebulosa nebulosa
2.    Anguila nebulosa labiata
3.    Anguila bicolor bicolor
4.    Anguila mosambica
5.    Anguila borneensis
6.    Anguila obscura
7.    Anguila megastoma
8.    Anguila reihardti
9.    Anguila dieffenbachia
10.  Anguila marmorata
11.  Anguila celebesensis
12.  Anguila ancestralis
13.  Anguila schmidti
14.  Anguila rostrata
15.  Anguila anguilla
16.  Anguila bicolor pacifica
17.  Anguila interiora
18.  Anguila japonica
19.  Anguila australis australis
Sedangkan menurut distribusi penyebarannya secara geografis dapat dilihat pada tabel di bawah ini ;
Tipe Zona
Jenis
Distribusi
Temoerate
Anguila anguila
Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, Italy

Anguila rostrata
Amerika Timur , Kanada

Anguila japonica
Jepang, Cina

Anguila reinhardti
Australia

Anguila marmorata
Afrika, Indonesia

Anguila celebensis
Pilipina, Indonesia

Anguila megastroma
Kaledonia Baru

Anguila ancentralis
Indonesia
Sirip panjang ekuator
Anguila Borneensis
Indonesia

Anguila nebulosa nebulosa
Sri Langka

Anguila mossambica
Afrika

Anguila bicolor bicolor
Indonesia, Sri Langka

Anguila bicolor pacijica
Indonesia

Anguila obscura
Kaledonia Baru

Anguila dielfenbachi
Selandia Baru
Sirip pendek temperate
Anguila australis australis
Australia

Anguila australis schmidti
Kaledonis Baru

Indonesia setidaknya memiliki 6 jenis ikan sidat yaitu Anguila mormorata, Anguila celebensis, Anguila ancentralis, Anguila borneensis, Anguila bicolor bicolor dan Anguila bicolor pacifica. Dari keenam jenis ikan sidat tersebut, sudah dua jenis yang telah berhasil dibudidayakan yaitu Anguila bicolor dan Anguila marmorata. 
Perbedaan kedua jenis ikan sidat tersebut dapat dillihat dari ciri fisiknya. Anguila marmorata disebut juga sidat kembang karena warna tubuhnya seperti kulit terkena penyakit panu, berbintik-bintik agak besar dan mempunyai struktur tulang dan duri lebih rumit dibanding dengan sidat bicolor. Panjang tubuh ikan sidat marmorata bisa mencapai 1 meter saat beratnya mencapai 1 kg. Ikan sidat jenis ini banyak ditemui di daerah Indonesia bagian timur yaitu di daerah Sulawesi, Ambon dan Papua.










                                   Anguila mormorata

                                Anguila bicolor
                                      
Sedangkan untuk sidat bicolor mempunyai ciri fisik berkulit halus mulus tidak mempunyai bintik-bintik, warna tubuh bagian atas lebih gelap daripada bagian perut sidat. Sidat jenis ini memiliki struktur tulang dan duri hamppir 90 % mirip struktur tulang sidat Anguila japonica atau sidat khas Jepang sehingga ikan sidat jenis ini banyak diburu dan diminati konsumen jepang untuk dijadikan masakan unagi kabayaki. Penyebarannya banyak ditemui disepanjang pantai barat Sumatra bagian selatan khatulistiwa, sepanjang pantai selatan Jawa dari Ujung Kulon hingga Banyuwangi dan ada juga ditemui sebagian di Kalimantan dan Sulawesi.

     B.   MORFOLOGI IKAN SIDAT
Secara sekilas ikan sidat mirip belut di sawah, namun perbedaan mendasarnya adalah adanya sirip dada yang terletak di belakang kepala dan mirip seperti daun telinga sehingga sering disebut belut bertelinga. Bentuk tubuh yang memanjang seperti ular memungkinkan ikan sidat untuk berenang di celah-celah sempit dan lubang di dasar periaran. Sidat mempunyai sirip punggung dan perut tidak berduri. Sisik pada ikan sidat berbentuk kecil membujur. Sirip dada sempurna, mata tertutup oleh kulit. Lubang hidung terletak di bagian depan, mulut agak miring dan sampai melewati mata. Sidat juga mempunyai sirip kecil yang stersusun dalam suatu kelompok yang tersembunyi dalam kulit.
Bentuk tubuh ikan sidat adalah bulat memanjang yang terdiri dari kapala, perut dan ekor. Perbandingan tinggi dan panjang tubuhnya adalah 20 : 1. Kepala sidat berbentuk segitiga, memiliki mata, hidung, mulut dan tutup insang. sidat merupakan hewan nokturnal atau hewan yang aktif di malam hari sehingga matanya tidak kuat apabila terkena sinar matahari. Mulut sidat membelah hampir sepanjang kepalanya. Sebagai penciuman sidat menggunakan hidungnya. Tutup insang berada dibawah kepala atau di depan sirip dada. Panjang tubuh ikan sidat berbeda-beda menurut jenisnya. Panjang tubuhnya berkisar antara 50 – 125 cm
C.  KLASIFIKASI IKAN SIDAT
Ada dua orang ahli yang telah mengklasifikasikan ikan sidat yaitu Lagler dan Nelson. Menurut Lagler klasifikasi ikan sidat adalah sebagai berikut ;
Kelas               :  Osteichthyes
Subkelas         :  Actinopterygii
Ordo                :  Anguilliformes (Apodes)
Subordo          :  Anguilloidea
Famili              :  Anguillidae
Genus             :  Anguila
Ikan sidat Genus Anguila terdiri atas 18 – 23 spesies yang sebagian besarnya hidup di daera tropis. Indonesia merupakan daerah ansestral dan pusat keanekargaman ikan sidat. Spesies Anguila marmorata merupakan spesies yang penyebarannya paling luas yaitu di sekitar wilayah pantai Samudra Hindia.
Di Indonesia ikan sidat mempunyai berbagai macam nama lokal. Di daerah Jawa Tengah ikan sidat disebut juga ikan pelus, ikan gateng, ikan lembu, ikan denong, megaling, ikan lara, dan ikan lucah. Sedangkan di Jawa Barat ikan sidat disebut juga ikan uling, ikan moa, ikan lubang, ikan lumbon dan ikan larak. Sedangkan di Sulawesi ikan sidat disebut ikan masapi dan sogili.
Sedangkan menurut Nelson klasifiksi ikan sidat adalah sebagai berikut ;
                        Filum               :  Chordata
                        Sub filum         :  Euchordata
                        Kelas               :  Osteichthyes
                        Subkelas         :  Actinoptrygii
                        Infrakelas        :  Teleostei
                        Superordo       :  Elomorpha
                        Famili              :  Anguilidae
                        Genus             :  Anguilla
                        Spesies           :  Anguilla spp.
          Antar genus ikan sidat membedakannya adalah dengan adanya sirip dada dan awal sirip punggung yang agak jauh dari kepala serta tutup insang terletak dekat dengan bagian kepala (pectoral).

      D.   HABITAT DAN SIKLUS HIDUP
Ikan sidat merupakan ikan Katadromous, yaitu ikan yang masa lahirnya hidup di perairan asin/ laut dan saat dewasanya bermigrasi ke perairan tawar dan kembali ke laut saat dewasanya untuk melakukan pemijahan apabila telah matang gonad.
Pada saat larva, sidat hidup di laut berbentuk seperti daun lebar, tembus cahaya dan dikenal sebagai leptocephalus. Leptocephalus ini hidup seperti plankton yang terombang ambing ombak samudra dan terbawa arus mendekati pantai. Pada stadium elver sidat ditemukan di daerah pantai dengan panjang tubuh 5-7 cm dan tubuhnya tembus cahaya. Elver ini hidup selama 1 tahun di daerah estuaria. Setelah itu sidat akan berenang menentang arus menuju daerah hulu sungai. Setelah bertemu daerah dengan perairan dalam dan luas seperti bendungan, rawa, danau maka ikan sidat akan menetap dan tumbuh menjadi ikan dewasa.
Secara umum daur hidup ikan sidat dibagi menjadi 3 fase yaitu ;
1.   Fase hidup di laut
Fase awal ini merupakan masa dimana telur menetas menjadi larva (laptocephali) berbentuk seperti pita transparan
2.   Fase hidup di daerah muara (estuarin)
Pada masa ini larva telah berkembang menjadi elver atau “glass eel” dengan tubuh masih transparan. Pada masa ini elver aktif berenang menuju daerah muara menuju tempat dengan kadar garam lebih rendah.
3.   Fase hidup di air tawar
Pada fase ini dimulai sejak elver tumbuh menjadi ukuran fingerling (jari) hingga tumbuh besar dewasa.
        Sedangkan menurut perkembangannya, ikan sidat mempunyai tahap-tahap sebagai berikut ;
1.    Stadia larva
Berukuran sangat kecil sekitar 5 mm setelah menetas di laut.
2.    Stadia leptocephalus
Fase dimana ikan sidat telah berbentuk daun yang transparan dan hanyut dibawa arus.
3.    Stadia metamorfosis
Pada tahap ini ikan sidat telah berbentuk seperti ikan sidat dewasa secara keseluruhan tetapi belum mempunyai warna tubuh (masih transparan).
4.    Stadia glass eel
Pada tahap ini ikan sidat berenang ke daerah muara sungai. Tubuhnya masih transparan dan mulai akan berwarna ketika memasuki kawasan pantai.

5.    Stadia elver
Stadia ini ikan sidat telah berwarna. Banyak dijumoai di muara sungai
6.    Stadia yellow eel
Stadia ini ikan sidat sudah tumbuh menjadi dewasa di perairan air tawar di sungai, danau atau bendungan.
7.    Stadia silver eel
Stadia dimana ikan sidat telah matang gonad dan siap bertelur menuju ke laut lagi. Setelah memijah ikan sidat kemudian mati.
Dalam lingkungan hidupnya, ikan sidat mampu hidup pada kisaran suhu 12 – 31 ºC. Pada suhu dibawah 12 ºC nafsu makan ikan sidat akan menurun. Salinitas air yang bisa ditoleransi berkisar antara 0 – 35 ppm. Pada kadar oksigen yang rendah ikan sidat masih hidup karena ikan sidat mempunyai kemampuan untuk mengambil oksigen langsung dari udara dan mampu bernafas dengan kulit disekujur tubuhnya. Kadar oksigen minimal untuk ikan sida adalah 3,0 ppm. Apabila kadar oksigen 1,0 – 2,0 maka ikan sidat akan sering muncul di permukaan air. Ikan sidat akan menurun nafsu makannya dan terhambat pertumbuhannya pada lingkungan dengan suhu 20 – 23 ºC dan  kadar oksigen kurang dari 3 ppm.

E.    MAKANAN IKAN SIDAT
Pada saat masih kecil ikan sidat memakan segala jenis makanan (omnivora) dan saat dewasa menjadi bersiat karnivora atau memakan daging. Makanan ikan sidat di alam adalah jenis-jenis kepiting, keong dan udang. Sedangkan pada stadia elver makanan ikan sidat berupa plankton, ikan kecil, udang dan serangga. Pada saat telah dewasa ikan sidat menyukai makanan berupa cacing, serangga, moluska, udang dan ikan lain.
Ikan sidat bisa bersifat kanibal atau memangsa ikan sidat lainnya saat kondisi lapar dan tidak tersedia makanan di lingkunganya. Biasanya ikan sidat dengan ukuran yang lebih besar akan memangsa ikan sidat yang berukuran lebih kecil. Makanan ikan sidat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tubuh dan kematangan gonadnya. Ikan sidat jantan matang gonad setelah berusia 3-4 tahun sedangkan ikan sidat betina 4-5 tahun.

      F.    PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP
Laju pertumbuhan ikan sidat tercepat adalah pada masa juvenil (remaja). Hal ini terjadi karena energi makan yang msuk ke dalam tubuh semuanya digunakan untuk pertumbuhan dan belum digunakan untuk mematangkan gonad.
Di daerah tropis ikan sidat mempunyai pertumbuhan yang cepat pada bulan April hingga September karena pada periode ini ikan sidat aktif mencari makan.
Di alam, ikan sidat hidup secara bergerombol dan lebih menyukai dasar perairan karena sifatnya yang tidak menyukai cahaya terang. Pada siang hari ikan sidat tinggal di dalam lubang-lubang dan ketika malam hari akan keluar aktif berenang mencari makan.

      G.   REPRODUKSI
Setelah tumbuh mejadi dewasa dan menjadi yellow eel, ikan sidat akan matang gonad dan disebut menjadi silver eel yang akan berenang menuju ke laut untuk memijah.
Di laut, habitat memijah ikan sidat berada dalam palung dengan kedalaman 400-500 meter dengan suhu 16-17 ºC dan kadar garam 35 ppm. Jumlah telur yang dihasilkan induk betina berkisar antara 7 – 13 juta butir dengan diameter 1 mm. Telur akan menetas setelah 4-5 hari. Setelah memijah ikan sidat akan mati.
  
      H.   KANDUNGAN GIZI IKAN SIDAT
Ikan sidat merupakan kan dengan nilai ekonomis tinggi yaitu harganya cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis-jenis ikan lainnya. Hal ini dikarenakan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam budidayanya dan  juga sulitnya mencari tangkapan di alam pada saat dewasanya. Faktor lain yang menyebabkan ikan ini cukup mahal adalah kandungan gizinya yang cukuo tinggi. Hal ini disebabkan karena kemampuan hidup ikan sidat yang bisa hidup di dua alam yaitu air ain (laut) dan air tawar.
Berikut kandungan gizi ikan sidat dalam 100 gram bahan segar ;
Komponen
Anguilla japonica
Anguilla bicolor
Protein
16,8
18,70 – 20,32
Lemak
12,4
7,23 – 8,11
Air
69,6
67,79 – 70,73
Abu
1,2
2,69 – 3,20
Serat

0,73 – 0,77
Ikan sidat berasa harum dan gurih, disebut juga sebagai ginseng air yang berfungsi untuk menghambat penuaan dini dan dipercaya dapat meningkatkan vitalitas kaum pria. Ikan sidat memiliki kandungan nutrisi protein, karbohidrat, dan omega 3 yang tinggi. Omega 3 merupakan nutrisi yang sangat baik untuk perkembangan otak manusia sehingga dapat memperlambat kepikunan.
Dari beberapa penelitian didapatkan hasil bahwa kandungan nutrien ikan sidat lebih baik dari kandungan susu sapi, diantara adalah vitamin B1 lebih banyak 25 kali lipat dari susu sapi, vitamin B2 lebih banyak 5 kali lipat susu sapi dan vitamin A lebih banyak 45 kali serta kandungan zinc 9 kali lebih banyak dar susu sapi.
Sudah banyak yang membuktikan mengkonsumsi ikan sidat banyak sekali manfaatnya. Bagi yang telah rutin mengkonsumsi ikan sidat akan merasakan manfaatnya diataranya meningkatkan daya ingat, memperlancar peredaran darah, mempertahan kan tekanan darah normal dan mengobati pembuluh darah otak.
Ikan sidat juga mengandung asam lemak tak jenuh sehingga bagi orang yang mengkonsumsinya tidak perlu khawatir badan kan menjadi gemuk. Bagi kesehatan mata ikan sidat juga bisa dirasakan mampu memberikan manfaat. Hal ini dikarenakan kandungan vitamin A yang cukup tinggi pada ikan sidat.

1 komentar:

BUDIDAYA IKAN SISTEM KARAMBA